Enggak Hanya Jembatan Ampera, Inilah 5 Tempat Wisata Wajib Dikunjungi di Palembang

Enggak Hanya Jembatan Ampera, Inilah 5 Tempat Wisata Wajib Dikunjungi di Palembang

Metropolitan Palembang memiliki sebuah ikon utama yaitu jembatan Ampera. Jembatan ini berada dalam pusat kota Palembang yang membentang diantara sungai Musi, dan menjadi tempat wisata yang sangat populer dalam Palembang. Namun, perlu anda ketahui masih banyak lagi tempat-tempat wisata lainnya yang ada di Palembang. Mulai dari wisata alam, wisata rekreasi, dan tempat bersejarah zaman kuno, maupun yang bersifat kepercayaan.

5 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi Saat Sampai Palembang Selain Jembatan Ampera

Jika anda berminat ingin pergi berlibur ke metropolis tersebut, inilah lima tempat yang wajib anda sambangi selain Jembatan Ampera.

1. Pulau Kamaro

Pulau yang berjarak 6, 5 Km dari Jembatan Ampera ini adalah pulau legendaris dalam kota Palembang. Pulau ini memiliki kisah cerita mengenai sang Putri yang dipersunting oleh seorang Pangeran dari negeri Cina. Namun, kaul yang romantis ini usai tragis dengan akhir kedua pasangan ini yang tenggelam di sungai Musi. Pesara sang Putri terdapat disana dan ada pula klenteng yang berbentuk seperti Mercu. Banyak para penganut agama Budha yang mengunjungi daratan ini untuk beribadah maupun berziarah. Sehingga nuansa kepercayaan cukup kental disana.

2. Kampung Kapitan

Kampung ini berjarak sangat dekat dengan lokasi Jembatan Ampera. Medan yang berada di pingggiran sungai Musi ini memliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Pasalnya kampung ini adalah kampung pertama yang ditinggali oleh kelompok Tionghoa saat mereka pertama-tama datang dan menetap dalam Palembang. Percampuran budaya antara budaya Palembang dengan Tionghoa sangat kental di kampung Kapitan. Terlihat dari susunan bangunan dan rumah-rumah yang berada disana. Bangunan serta rumah-rumah hasil penggabungan dua kebudayaan ini sangat eksentrik. Sehingga cocok untuk anda yang ingin berswafoto dengan latar kebudayaan Cina Palembang pada saat masa penjajahan Belanda.

3. Masjid Ceng Ho

Masjid yang dibangun pada masa penjajahan Belanda ini ditujukan untuk mengenang salah satu laksamana angkatan laut yang berasal dari Tiongkok. Pemberian nama masjidnya pun diambil dari sebutan laksamana tersebut yakni Laksamana Ceng Ho. Beliau ialah salah satu orang yang memiliki andil dalam penyebaran agama Islam di Indonedisia. Selain dibangun sebagai tempat ibadah unmat Islam, pembangunan Masjid ini pula bertujuan untuk menjaga hubungan cantik antara warga Palembang serta warga Tionghoa sebagai pendatang. Memiliki struktur gedung

antara perpaduan budaya Muslim serta budaya Tionghoa yang di dalam masa itu mayoritas bertakwa Buhda, Masjid Ceng Ho terlihat sangat eksentrik.

4. Benteng Kuto Besak

Gedung ini memiliki nilai histori yang sangat tinggi. Dibangun pada masa pemerintahan Sultan Mahmud Bahauddin II yang bertujuan untuk mengamankan Keraton Kesultanan dari serangan bangsa Eropa, yaitu Inggris serta Belanda yang pada tanda itu sedang menjajah Indonesia. Mulai dibangun pada tahun 1780 benteng ini diarsiteki dan dipercayakan oleh seorang penduduk berasa dari Tionghoa. Material yang digunakan yakni batu bata yang direkatkan dengan kapur yang dicampur dengan putih telur, menjelmakan benting ini bangunan yang sangat kokoh. Di bagian benteng terdapat pula sebuah Museum, yaitu Museum Sultan Mahmud Bahauddin II.

5. Air Terjun Peri

Bagi anda yang ingin menikmati wisata alam yang jauh dari hingar bingar metropolis, Air Terjun Bidadari sangatlah cocok untuk bersantai serta berelaksasi dengan nuansa tempat yang indah. Berjarak lebih kurang sekitar 231 Km dari Kota Palembang, terletak dalam Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat. Walaupun cukup jauh dari kota, akan tetapi rasa lelah kita di prosesi akan terbayar dengan lega disana. Air terjun yang memiliki tinggi sekitar 30 meter ini memiliki nuansa alam yang sangat indah. Di tepiannya terdapat banyak pohon yang rindang, pepohonan tersebut berjejer dan membentuk seperti goa. Selain terdengar suara terjunnya air dari ketinggian, kita juga hendak mendengar suara fauna-fauna yang bersautan disana. Untuk menikmati semua wisata yang disebutkan di atas anda haruslah pergi ke sana. Dan jika dari Jakarta ingin cepat kesana, anda bisa menggunakan alat transpotasi udara dengan biaya yang sedang mahal. Namun jangan berkecil hati, jika anda ingin pergi kesana dengan budget yang minim. Apalagi jika anda pergi kesana dengan membawa banyak rekan-rekan dan sanak saudara, anda dapat mencarter sebuah bus pariwista. Lalu saya informasikan sedikit mengenai daftar harga sewa bus pariwisata jakarta.

Daftar Harga Sewa Bus Pariwisata Jakarta

• Executive Tipe perantara Bus dengan kapasitas 27 Seats dan waktu durasi 5 hari. Harga Rp. 13.140.000
• Executive Tipe medium Bus dengan kapasitas 31 Seats dan waktu durasi 5 hari. Harga Rp. 13. 140.000
• Executive Tipe Big Bus dengan kapasitas 48 Seats serta waktu durasi 5 tarikh. Harga Rp. 18. 300.000
• Executive Tipe Big Bus dengan kapasitas 59 Seats dan saat durasi 5 hari. Harga Rp. 18. 300.000
• Tourista Tipe perantara Bus dengan kapasitas 31 Seats dan waktu durasi 6 hari. Harga Rp. 13. 200. 000
• Marco Tipe Big Bus dengan kapasitas 47 Seats dan waktu durasi 6 hari. Harga Rp. 18. 000. 000
• Teritori Tipe Big Bus dengan kapasitas 59 Seats serta waktu durasi 6 tarikh. Harga Rp. 18. 000. 000
• SR1 Tipe Big Bus dengan kapasitas 47 Seats dan saat durasi 6 hari. Harga Rp. 19. 200. 000
• SR1 Tipe Big Bus dengan kapasitas 59 Seats dan waktu durasi 6 hari. Harga Rp. 19. 200. 000
• Sky BusT ipe Big Bus dengan kapasitas 47 Seats dan waktu durasi 6 hari. Harga Rp. 19. 800. 000

Daripada daftar harga sewa bus pariwisata Jakarta timur di bagi, anda dapat menyesuaikan bajet dengan kebutuhan ruang dan kenyaman di dalam medium sewaktu dalam perjalanan menetar Palembang.