Berarti warna-warna hangat dan warna dingin

Warna spektrum yang terkandung dalam cahaya yang sempurna. Setiap warna mampu memberikan identitasnya sendiri dalam berbagai situasi. Sebagai warna putih di daerah barat bisa digambarkan seperti salju, dan daerah-daerah di timur bisa digambarkan sebagai kasus (meskipun dalam teori, putih tidak warna. Lingkaran warna primer (warna utama ) dan sekunder (warna kedua, campuran) dapat dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu warna dari kelompok warna hangat dan sejuk.

Nah, kita akan membahas warna panas dan warna dingin.

 

WARNA HOT

Warna hangat adalah warna yang dapat menyebabkan atmosfer untuk semangat, riang dan menyenangkan. warna yang hangat itu sendiri dapat dianggap warna yang menyediakan sensasi dekat dan hangat. Sebagai contoh, dapat digambarkan warna-warna hangat seperti api merah, matahari kuning dan banyak lagi. Warna-warna hangat, kita bisa mengurutkan berdasarkan teori Brewster dimulai dari merah ke warna pencampuran Y-G (Green Kuning).

WARNA dINGIN

Meskipun warna dingin adalah kebalikan dari warna-warna hangat. Warna ini bisa menggambarkan kesegaran, kenyamanan dan kedamaian. Contohnya adalah warna lembar hijau, biru navy dan sebagainya. Berdasarkan teori Brewster dapat jenis warna-warna dingin dingin warna dari hijau, hijau-biru (turquoise), Biru, Biru di unguan, Ungu, Magenta.

Kami mengambil contoh sederhana dalam pilihan warna untuk produksi warna untuk ID tali sutra. Perusahaan yang ingin memesan ID Card tali tentu memilih dan mencari makna tersenduri untuk memilih warna. Menurut Marian L. David, dalam bukunya Desain Busana (1987: 135), mengatakan bahwa asosiasi memiliki warna seseorang rumah pribadi. Setiap warna memiliki arti dan sifat masing-masing, khusus seperti warna merah yang termasuk dalam kategori warna hangat. Untuk merah sendiri arah yang berani, kekuatan, dan menarik lainnya. Dan untuk warna-warna dingin, kita ambil contoh dari pertumbuhan hijau besar, persahabatan, sejuk dan tenang seperti di airaproduction.